Kelas Faiza Salsabila
Weekly outline
-
Selamat Datang di Pembelajaran Online NAHWU Melalui Moodle!
Para peserta mata kuliah Nahwu yang kami banggakan,
Dengan penuh semangat dan antusias, saya selaku pengajar mata kuliah Nahwu mengucapkan selamat datang di ruang belajar virtual kita melalui platform Moodle!
Senang rasanya bisa menyambut Anda untuk memulai perjalanan ilmu pengetahuan yang inspiratif dan penuh pembelajaran di semester ini. Moodle akan menjadi media utama kita untuk berinteraksi, berdiskusi, dan tentunya menggali ilmu sebanyak-banyaknya terkait Ilmu Nahwu.
Kami memahami bahwa pembelajaran online mungkin menjadi pengalaman baru bagi sebagian dari Anda. Namun, yakinlah bahwa kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan tentunya efektif.
Melalui Moodle, Anda akan mendapatkan berbagai materi pembelajaran yang menarik dan interaktif, seperti:
- Modul dan bahan bacaan yang disusun secara terperinci untuk membantu Anda memahami konsep-konsep penting dalam (Nama Mata Kuliah).
- Video pembelajaran yang akan disampaikan secara jelas dan komunikatif untuk mempermudah proses belajar.
- Kuis dan latihan online yang bermanfaat untuk mengukur pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari.
Jangan sungkan untuk memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia di Moodle secara maksimal! Kami menganjurkan Anda untuk:
- Mengakses materi pembelajaran secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
- Mengerjakan kuis dan latihan online dengan jujur dan tepat waktu.
- Jangan ragu untuk menghubungi pengajar melalui forum diskusi atau pesan pribadi di Moodle jika Anda mengalami kesulitan atau memiliki pertanyaan terkait materi pembelajaran.
Melalui semangat belajar, kerja keras, dan partisipasi aktif Anda, kami percaya bahwa kita semua dapat mencapai hasil yang optimal di mata kuliah NAHWU ini.
Selamat belajar dan sampai jumpa di pembelajaran online yang menarik dan penuh semangat!
Salam hangat,
PENGAJAR - FAIZA SALSABILA
-
SILAHKAN TONTON VIDEO BERIKUT DAN RANGKUMLAH
Materi Tentang Pengertian Isim, Fiil, dan Huruf
Isim, fiil, dan huruf adalah tiga komponen dasar dalam bahasa Arab yang memiliki peran penting dalam membentuk kalimat. Mempelajari ketiga komponen ini merupakan langkah awal yang fundamental dalam memahami struktur dan makna bahasa Arab.
1. Isim (الاسم)
Isim adalah kata yang menunjukkan nama benda, zat, atau konsep. Isim dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
- Isim jaamid (الاسم الجامد): Isim yang tidak mengalami perubahan tanda baca (i'rab) pada akhir katanya. Contoh: كتاب (kitab), رجل (rajul), علم (ilm).
- Isim mutagayyir (الاسم المتغير): Isim yang mengalami perubahan tanda baca (i'rab) pada akhir katanya. Contoh: هذا (haadzaa), هذه (haadhihi), أولئك (ulaa'ika).
- Isim mansub (الاسم المنصوب): Isim yang diakhiri dengan fathah (tanda baca nasb). Contoh: قرأتُ كتابًا (qara'tu kitaaban).
- Isim marfu' (الاسم المرفوع): Isim yang diakhiri dengan dammah (tanda baca rafa'). Contoh: هذا كتابٌ (haadzaa kitaabun).
- Isim majrur (الاسم المجرور): Isim yang diakhiri dengan kasrah (tanda baca jar). Contoh: ذهبتُ إلى المدرسةِ (dhahabatu ilaa al-madrasati).
2. Fiil (الفعل)
Fiil adalah kata yang menunjukkan tindakan, perbuatan, atau keadaan. Fiil dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
- Fiil madhi (الفعل الماضي): Fiil yang menunjukkan tindakan yang telah terjadi. Contoh: كتبَ (kataba), ذهبَ (dhahaba), قرأَ (qara'a).
- Fiil mudhari' (الفعل المضارع): Fiil yang menunjukkan tindakan yang sedang atau akan terjadi. Contoh: يكتبُ (yaktubu), يذهبُ (yadhabu), يقرأُ (yaqra'u).
- Fiil amr (الفعل الأمر): Fiil yang digunakan untuk memerintah atau meminta seseorang melakukan sesuatu. Contoh: اكتبْ (uktub), اذهبْ (idhab), اقرأْ (iqra').
- Fiil nahyi (الفعل النهي): Fiil yang digunakan untuk melarang seseorang melakukan sesuatu. Contoh: لا تكتبْ (laa tuqtib), لا تذهبْ (laa tadhab), لا تقرأْ (laa taqra').
3. Huruf (الحرف)
Huruf adalah kata yang tidak memiliki makna mandiri dan berfungsi untuk menghubungkan kata-kata lain dalam kalimat. Huruf dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
- Huruf jar (حروف الجر): Huruf yang digunakan untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda lainnya untuk menunjukkan berbagai makna, seperti kepemilikan, tempat, dan waktu. Contoh: من (min), إلى (ilaa), في (fii).
- Huruf nasb (حروف النصب): Huruf yang digunakan untuk menandakan objek langsung dalam suatu kalimat. Contoh: أن (an), حتى (hatta), إن (in).
- Huruf rafa' (حروف الرفع): Huruf yang digunakan untuk menandakan subjek dalam suatu kalimat. Contoh: إن (in), أن (an), لا (laa).
- Huruf jarr (حروف الجر): Huruf yang digunakan untuk menandakan objek tidak langsung dalam suatu kalimat. Contoh: عن (an), على (alaa), لِ (li).
Kesimpulan
Isim, fiil, dan huruf merupakan komponen dasar dalam bahasa Arab yang memiliki peran penting dalam membentuk kalimat. Memahami ketiga komponen ini dengan baik akan membantu Anda dalam mempelajari struktur dan makna bahasa Arab dengan lebih mudah.
Sumber belajar:
-
SILAHKAN TONTON VIDEO BERIKUT DAN RANGKUMLAH !!
Materi Tentang Tanda-Tanda Isim, Fiil, dan Huruf
A. Tanda-Tanda Isim (العلامات الاسمية)
Isim dalam bahasa Arab memiliki beberapa tanda yang membedakannya dengan fiil dan huruf, yaitu:
- Tanwin (التنوين): Isim dapat ditambahkan tanwin pada akhir katanya, yaitu berupa fathah (untuk isim mu'annats), kasrah (untuk isim jaamid), dan dammah (untuk isim jaamid yang berharakat sukun pada huruf akhirnya). Contoh: كتابٌ (kitaabun), رجلٌ (rajulun), علمٌ (ilmun).
- Alif lam (الألف واللام): Isim dapat diawali dengan alif lam, yang menandakan isim ta'rif (isim yang sudah dikenal). Contoh: الكتابُ (al-kitaabu), الرجلُ (ar-rajulu), العلمُ (al-ilmu).
- Khafdh (الخفض): Isim dapat dikhafdh (diturunkan) dengan tanda baca kasrah atau fathah, tergantung pada huruf akhirnya. Contoh: قرأتُ كتابًا (qara'tu kitaaban), ذهبتُ إلى المدرسةِ (dhahabatu ilaa al-madrasati).
- Rabb (ربّ): Isim dapat diawali dengan kata "rabb" yang berarti "tuan" atau "pemilik". Contoh: رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ (rabbus samaawaati wal-ardhi).
B. Tanda-Tanda Fiil (العلامات الفعلية)
Fiil dalam bahasa Arab memiliki beberapa tanda yang membedakannya dengan isim dan huruf, yaitu:
- Tanda baca pada akhir kata: Fiil memiliki tanda baca khusus pada akhir katanya, yaitu sukun (untuk fiil madhi), dammah (untuk fiil mudhari' dan fiil amr), dan fathah (untuk fiil nahyi). Contoh: كتبَ (kataba), يكتبُ (yaktubu), اكتبْ (uktub), لا تكتبْ (laa tuqtib).
- Awalan fiil: Fiil memiliki beberapa awalan yang khas, seperti "ta-", "ya-", "na-", dan "a-". Contoh: تَكَلَّمَ (takallama), يَكْتُبُ (yaktubu), نَقْرَأُ (naqra'u), اِقْرَأْ (iqra').
- Isim masdar: Fiil memiliki isim masdar, yaitu kata yang menunjukkan makna dasar dari fiil tersebut. Contoh: الكتابةُ (al-kitaabah) dari كتبَ (kataba), القراءةُ (al-qiraa'ah) dari قرأَ (qara'a).
C. Tanda-Tanda Huruf (العلامات الحرفية)
Huruf dalam bahasa Arab tidak memiliki tanda baca atau awalan khusus seperti isim dan fiil. Huruf hanya memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut beberapa contoh tanda-tanda huruf:
- Huruf jar: Huruf jar memiliki fungsi untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda lainnya. Contoh: من (min), إلى (ilaa), في (fii).
- Huruf nasb: Huruf nasb memiliki fungsi untuk menandakan objek langsung dalam suatu kalimat. Contoh: أن (an), حتى (hatta), إن (in).
- Huruf rafa': Huruf rafa' memiliki fungsi untuk menandakan subjek dalam suatu kalimat. Contoh: إن (in), أن (an), لا (laa).
- Huruf jarr: Huruf jarr memiliki fungsi untuk menandakan objek tidak langsung dalam suatu kalimat. Contoh: عن (an), على (alaa), لِ (li).
Catatan:
- Materi di atas hanya memberikan gambaran umum tentang tanda-tanda isim, fiil, dan huruf. Untuk mempelajari lebih detail, Anda dapat mengikuti kelas bahasa Arab atau membaca buku-buku tentang tata bahasa Arab.
- Ada beberapa tanda-tanda lain yang tidak disebutkan di atas, seperti tanda-tanda isim mansub, isim marfu', dan isim majrur. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang tanda-tanda ini dalam buku-buku tata bahasa Arab.
Sumber belajar:
-
KERJAKAN KUIS BERIKUT DENGAN BAIK DAN BENAR
-
Opened: Tuesday, 7 May 2024, 11:54 PMClosed: Wednesday, 8 May 2024, 11:54 PM
-
-
PELAJARI MATERI PPT BERIKUT LALU RANGKUMLAH !!
Materi Taukid (Penekanan)
Pengertian Taukid
Taukid adalah istilah dalam ilmu nahwu bahasa Arab yang berarti penegasan atau penekanan terhadap suatu kata atau kalimat. Taukid digunakan untuk menjelaskan makna suatu kata atau kalimat dengan lebih jelas dan tegas, sehingga tidak terjadi keraguan atau kesalahpahaman.
Macam-Macam Taukid
Taukid dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Taukid Lafzi (توكيد لفظي)
Taukid lafzi adalah penegasan yang dilakukan dengan cara mengulangi kata yang ingin ditegaskan atau menggunakan kata lain yang memiliki makna sama. Taukid lafzi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
- Taukid Lafzi Ma'a' (توكيد لفظي مع): Kata yang ingin ditegaskan diulang dengan menambahkan kata "ma'a'" (bersama dengan). Contoh: جَاءَ أَحْمَدُ مَعَ أَحْمَدَ (Jaa'a Ahmadun ma'a Ahmadi).
- Taukid Lafzi Ghair Ma'a' (توكيد لفظي غير مع): Kata yang ingin ditegaskan diulang tanpa menambahkan kata "ma'a'". Contoh: جَاءَ أَحْمَدُ أَحْمَدُ (Jaa'a Ahmadun Ahmadun).
- Taukid Lafzi Bi Ismi Ma'na (توكيد لفظي باسم معنا): Kata yang ingin ditegaskan diulang dengan menggunakan kata lain yang memiliki makna sama. Contoh: جَاءَ أَحْمَدُ الرَّجُلُ (Jaa'a Ahmadun ar-rajulu).
2. Taukid Ma'nawi (توكيد معنوي)
Taukid ma'nawi adalah penegasan yang dilakukan dengan cara menambahkan kata atau kalimat yang memperkuat makna kata atau kalimat yang ingin ditegaskan. Taukid ma'nawi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
- Taukid Bi Qasam (توكيد بقسم): Menegaskan kata atau kalimat dengan menggunakan sumpah. Contoh: وَاللَّهِ لَأَقُولَنَّ (Wa Allahi laa-aquulanna).
- Taukid Bi Haqiiqah (توكيد بحقيقة): Menegaskan kata atau kalimat dengan menggunakan kata "haqiiqah" (kebenaran). Contoh: إِنَّهُ لَحَقٌّ (Innahu lahaqqiqun).
- Taukid Bi Laqad (توكيد لقد): Menegaskan kata atau kalimat dengan menggunakan kata "laqad" (sungguh). Contoh: لَقَدْ جَاءَ أَحْمَدُ (Laqad jaa'a Ahmadun).
Fungsi Taukid
Taukid memiliki beberapa fungsi penting dalam bahasa Arab, yaitu:
- Menegaskan makna suatu kata atau kalimat.
- Menghilangkan keraguan atau kesalahpahaman.
- Menunjukkan ketegasan dan keyakinan.
- Menambah keindahan dan ketepatan dalam bahasa.
Contoh Kalimat dengan Taukid
- جَاءَ أَحْمَدُ مَعَ أَحْمَدَ (Jaa'a Ahmadun ma'a Ahmadi). (Ahmad datang bersama Ahmad.)
- إِنَّهُ لَحَقٌّ يَقُولُونَهُ (Innahu lahaqqiqun yaquuluunahu). (Sungguh itu adalah kebenaran yang mereka katakan.)
- وَاللَّهِ لَأَكْرَمُهُ (Wa Allahi laa-akrimhu). (Demi Allah, aku akan menghormatinya.)
Catatan:
- Taukid merupakan salah satu unsur penting dalam bahasa Arab yang perlu dipelajari dengan baik untuk memahami makna suatu kata atau kalimat dengan lebih jelas dan tegas.
- Ada beberapa kaidah dan ketentuan dalam penggunaan taukid yang perlu diperhatikan. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang kaidah dan ketentuan ini dalam buku-buku tata bahasa Arab.
Sumber belajar:
-
PELAJARI MATERI BERIKUT DENGAN BAIK DAN BENAR !
Materi Isim Tafdhil (Kata Perbandingan)
Pengertian Isim Tafdhil
Isim tafdhil adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan perbandingan lebih antara dua atau lebih objek. Kata ini memiliki arti "paling" atau "lebih dari". Isim tafdhil dibentuk dari kata dasar (masdar) dengan menambahkan beberapa awalan dan akhiran khusus.
Bentuk-Bentuk Isim Tafdhil
Isim tafdhil memiliki beberapa bentuk, yaitu:
- Bentuk pertama: Ditambahkan awalan أَفْعَلُ (af'alu) pada kata dasar (masdar). Contoh: أَكْبَرُ (akbaru) dari كَبِرَ (kabira), أَطْوَلُ (atwalu) dari طَوَلَ (ṭawala), أَجْمَلُ (ajmalu) dari جَمَلَ (jamala).
- Bentuk kedua: Ditambahkan awalan أَفْعَلُ (af'alu) dan diubah huruf pertama kata dasar (masdar) menjadi huruf tasdid (berupa huruf dobel). Contoh: أَكْثَرُ (akṡaru) dari كَثُرَ (katṡura), أَحْمَرُ (aḥmaru) dari حَمِرَ (ḥamira), أَصْغَرُ (aṣġaru) dari صَغِرَ (ṣaġira).
- Bentuk ketiga: Ditambahkan awalan أَفْعَلُ (af'alu) dan diubah huruf pertama kata dasar (masdar) menjadi huruf mad (diperpanjang). Contoh: أَعْظَمُ (a'ẓamu) dari عَظُمَ (ʿaẓuma), أَعْلَمُ (a'lamu) dari عَلِمَ (ʿalima), أَكْرَمُ (akraamu) dari كَرُمَ (karuma).
Contoh Kalimat dengan Isim Tafdhil
- أَكْبَرُ (akbaru) المدنِ (al-muduni) في العالمِ (fi al-'aalami) هيَ (hiya) طوكيوَ (ṭokyo). (Tokyo adalah kota terbesar di dunia.)
- أَجْمَلُ (ajmalu) الزهورِ (al-zuhuuri) هيَ (hiya) الوردةُ (al-wardatu). (Bunga terindah adalah mawar.)
- أَسْرَعُ (asra'u) الحيواناتِ (al-ḥayawaaniti) هيَ (hiya) الفهودُ (al-fihuudu). (Hewan tercepat adalah cheetah.)
Catatan:
- Isim tafdhil tidak dapat digunakan untuk membandingkan dua objek yang sama. Contohnya, kalimat "Dia lebih tinggi dari dirinya sendiri" tidak benar dalam bahasa Arab.
- Isim tafdhil dapat digunakan untuk membandingkan lebih dari dua objek. Contohnya, kalimat "Dia adalah yang paling tinggi, paling tampan, dan paling cerdas di antara mereka bertiga."
- Isim tafdhil memiliki beberapa bentuk lain yang tidak disebutkan di atas, seperti isim tafdhil mutlak dan isim tafdhil nisbi. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang bentuk-bentuk ini dalam buku-buku tata bahasa Arab.
Sumber belajar:
- https://www.ruangguru.com/privat/bahasa-arab
- https://yufidstore.com/collections/buku-belajar-bahasa-arab?page=4
- https://belajarbahasaarabdasar.blogspot.com/
Semoga materi ini bermanfaat!
-
ISIM TAFDHIL File PPTX
-
KERJAKAN SOAL UAS BERIKUT DENGAN BAIK DAN BENAR !
Kerjakan secara jujur dan mandiri !!
-
Opened: Sunday, 5 May 2024, 12:00 AMDue: Friday, 10 May 2024, 12:00 AM
-